Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematis antara Hasil tes formatif dan sumatif pada materi transformasi fungsi ditinjau dari self-efficacy. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data mengenai self-efficacy, nilai hasil tes formatif dan sumatif pembelajaran siswa untuk dianalisis secara deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa kelas 12 di sebuah SMA Negeri yang ada di Bandung pada tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket self-efficacy dengan skala Likert, yang mencakup 18 pernyataan (9 pernyataan positif dan 9 pernyataan negatif) terkait dengan keyakinan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, baik yang mudah maupun yang sulit, serta dalam mencapai tujuan akademik mereka. Data nilai pembelajaran diperoleh dari hasil ulangan harian pada materi persamaan garis lurus. Teknik analisis data melibatkan kategorisasi tingkat self-efficacy siswa ke dalam tiga kategori (rendah, sedang, tinggi) berdasarkan rumus statistik, kemudian mengamati perbandingan kemampuan pemecahan masalah antara Hasil tes formatif dan sumatif dan self-efficacy secara deskriptif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perbandingan kemampuan pemecahan masalah antara hasil tes formatif dan sumatif pada materi transformasi fungsi ditinjau dari self-efficacy.
Copyrights © 2026