Pemantauan stunting merupakan upaya utama kader kesehatan untuk mencegah gangguan pertumbuhan, meningkatkan status gizi, dan mendukung kesehatan anak. Dalam praktiknya, pencatatan dan pelaporan di pos kesehatan terpadu masih sering dilakukan secara manual, yang dapat menunda pemantauan dan intervensi. Pelatihan tentang aplikasi digital “STUNTTRACK” diberikan untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam mencatat dan melaporkan data stunting secara praktis, cepat, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan “STUNTTRACK” terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang pemantauan stunting di wilayah kerja Puskesmas di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Populasi penelitian adalah 110 kader kesehatan, dan 87 kader dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Karyamulya dan Sunyaragi pada bulan Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 67,78 menjadi 94,03, dan 81,61% kader memiliki pengetahuan yang baik setelah pelatihan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Oleh karena itu, pelatihan aplikasi digital “STUNTTRACK” secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam pemantauan stunting.
Copyrights © 2025