Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan transfer pemerintah bidang kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat selama 2016–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan instansi terkait. Pemilihan model dilakukan melalui Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier (LM), dengan Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan jumlah fasilitas kesehatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Sementara itu, transfer pemerintah bidang kesehatan yang diproksikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada tenaga kesehatan yang memadai dan efektivitas dukungan fiskal pemerintah.
Copyrights © 2026