Penyakit degeneratif sebagai salah satu masalah utama kesehatan yang berkembang secara progresif dan sering menimbulkan gejala awal yang dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan menimbulkan risiko komplikasi. Hal ini menjadi salah satu tantangan terutama wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini untuk memperoleh gambaran status kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan dasar meliputi pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah dan kolesterol. Kegiatan dilaksanakan di Negeri Lonthoir, Pulau Banda Besar, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan pendekatan deskriptif. Peserta berjumlah 54 orang berusia ≥26 tahun yang mengikuti kegiatan secara sukarela. Pemeriksaan tekanan darah menggunakan spigmomanometer, glukosa darah dan kolesterol menggunakan menggunakan metode sederhana sebagai metode cepat dan sederhana. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merupakan lansia akhir (61,1%) dan perempuan (57,4%). Hasil pemeriksaan kesehatan dasar didapatkan 74,1% memiliki tekanan darah tinggi, 18,5% memiliki kadar glukosa darah tinggi, dan 59,3% memiliki kadar kolesterol total tinggi. Setelah pemeriksaan, peserta memperoleh konseling individual mengenai hasil skrining, faktor risiko penyakit degeneratif, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan tekanan darah dan kolesterol total tinggi. Oleh karena itu, skrining kesehatan berbasis komunitas penting untuk mendeteksi dan mencegah penyakit degeneratif, terutama pada masyarakat di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses ke layanan kesehatan. Diharapkan kegiatan serupa secara teratur dilaksanakan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap status kesehatan mereka dan mendorong tindakan pencegahan Abstrack
Copyrights © 2026