Peningkatan keterlibatan perempuan dalam jabatan publik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif gender. Namun, perempuan pejabat publik menghadapi tuntutan berbagai peran secara simultan, terutama dalam konteks sosial budaya Bali. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika triple roles perempuan dalam jabatan publik di Kota Denpasar serta implikasinya terhadap kinerja dan pengambilan keputusan dalam administrasi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap delapan perempuan yang menduduki jabatan struktural dan fungsional di Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar. Data dianalisis secara tematik dengan menggunakan perspektif triple roles, gender dalam administrasi publik, kepemimpinan perempuan, dan nilai Tri Hita Karana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjalankan peran produktif, reproduktif, dan sosial-kultural secara bersamaan. Kondisi ini menimbulkan tantangan berupa konflik peran dan keterbatasan waktu, tetapi sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan partisipatif. Dukungan keluarga, organisasi, dan nilai Tri Hita Karana berperan penting dalam menjaga keseimbangan peran. Penelitian menegaskan perlunya kebijakan manajemen ASN yang responsif gender dan sensitif terhadap konteks budaya lokal.
Copyrights © 2026