Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan PKRS saat ini, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi promosi kesehatan di RSUD Sungai Lilin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan telaah dokumen. Informan penelitian terdiri dari 2 Informan Kunci (Ketua Tim PKRS dan Manajemen RS), 2 Informan Pendukung (Perawat Edukator dan Bidan), serta 6 Informan Triangulasi (3 Pasien dan 3 Keluarga Pasien). Analisis data dilakukan secara interaktif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif pelaksanaan PKRS telah memenuhi standar regulasi, namun secara operasional di lapangan edukasi kesehatan sering dilakukan tergesa-gesa dan tingkat kepatuhan dokumentasi di rekam medis masih sangat rendah. Faktor pendukung utama adalah komitmen anggaran dari manajemen dan tingginya antusiasme tenaga kesehatan usia muda. Sementara itu, faktor penghambat paling dominan adalah tingginya beban kerja ganda (role strain) petugas, minimnya pelatihan khusus komunikasi terapeutik, serta media promosi cetak (poster/leaflet) yang mudah rusak dan tidak ramah lansia. Berdasarkan hasil temuan, peneliti merumuskan tiga strategi optimalisasi manajerial, yaitu: (1) Transformasi digital media promosi (E-PKRS) memanfaatkan QR Code dan pesan siaran WhatsApp; (2) Integrasi formulir edukasi ke dalam Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis checklist; dan (3) Restrukturisasi Tim PKRS dengan mengangkat staf khusus (dedicated staff) serta menyelenggarakan program capacity building komunikasi kesehatan secara berkala.
Copyrights © 2026