Kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga sering dipahami secara sempit sebagai kekerasan fisik yang meninggalkan bekas kasat mata, padahal kata-kata yang mengungkit pengorbanan orang tua dan kekerasan verbal turut berpotensi merusak kesehatan mental anak meski tidak meninggalkan luka fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pengungkitan pengorbanan orang tua dan kekerasan verbal sebagai bentuk emotional abuse terhadap kesehatan mental anak usia dini di TKIT Al-Umm. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan anak yang menjadi korban dan dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa anak yang menjadi subjek penelitian mengalami perasaan tidak berharga, tidak memiliki rumah sebagai ruang yang nyaman dan aman, enggan berada di rumah, serta kekurangan ekspresi afeksi berupa pelukan, pujian, dan panggilan sayang dari orang tuanya. Kontribusi penelitian ini terletak pada dokumentasi empiris kasus emotional abuse berbasis pengungkitan pengorbanan orang tua, sebuah bentuk kekerasan verbal yang selama ini jarang dikaji secara terpisah dari kekerasan verbal pada umumnya, sekaligus memperkuat urgensi deteksi dini emotional abuse pada jenjang pendidikan anak usia dini melalui sudut pandang anak sebagai pihak yang mengalaminya secara langsung.
Copyrights © 2024