Kemudahan mengakses gawai edukatif di era Society 5.0 kerap dianggap cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak, padahal perkembangan emosional anak usia dini juga sangat bergantung pada kedekatan afektif yang tidak selalu hadir dalam interaksi berbasis layar. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana pola pengasuhan digital dan pola bahasa kasih diterapkan orang tua anak kelompok B di TK Sains Al Batani serta menganalisis kontribusi keduanya terhadap perkembangan emosional anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan orang tua, guru kelas, dan anak kelompok B sebagai subjek penelitian, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan lembar isian indikator perkembangan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan digital lebih banyak berkontribusi pada stimulasi kognitif dan hiburan bersama, sementara indikator emosional seperti regulasi emosi, kepercayaan diri, dan kelekatan aman lebih kuat berkembang pada anak yang orang tuanya konsisten menerapkan bahasa kasih berupa sentuhan fisik, kata-kata afirmatif, dan waktu berkualitas tanpa gawai. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan kontribusi diferensial antara pengasuhan digital dan bahasa kasih terhadap perkembangan emosional anak usia dini, sekaligus menawarkan pandangan bahwa keduanya tidak harus dipertentangkan, melainkan perlu dikombinasikan secara sengaja agar pengisian tangki cinta anak tidak tergantikan oleh kepraktisan gawai semata.
Copyrights © 2025