Perundungan pada anak usia dini kerap luput dari perhatian karena dianggap sebagai bagian wajar dari interaksi bermain, padahal tindakan seperti ejekan dan cubitan yang berulang dapat membekas pada perkembangan sosial emosional anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perundungan yang dialami anak usia dini di RA Mubarokah serta merumuskan model kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai pendekatan perlindungan anak dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal, data dihimpun melalui wawancara awal dengan pihak sekolah dan dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa anak yang menjadi subjek kajian mengalami perundungan verbal berupa ejekan dan perundungan non-verbal berupa cubitan yang dilakukan secara berulang oleh teman sebaya, sebuah pola yang konsisten dengan karakteristik perundungan usia dini yang cenderung berskala kecil namun berulang. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka kolaborasi tri pihak yang secara khusus dioperasionalkan untuk jenjang pendidikan anak usia dini, sebuah ranah yang selama ini lebih banyak dibahas pada jenjang sekolah dasar dan menengah, sekaligus menjadi pijakan awal bagi RA Mubarokah untuk mengembangkan mekanisme deteksi dini dan penanganan perundungan yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekitar secara terpadu.
Copyrights © 2025