Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa tunarungu berkebutuhan khusus dalam meningkatkan kecerdasan sosial-emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-komparatif yang dilaksanakan di SLB Mutiara Bunda dan SLB B Beringin Bhakti, Kabupaten Cirebon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI disesuaikan dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman siswa tunarungu, dengan menekankan pengembangan nilai moral, praktik keagamaan, dan kecerdasan sosial-emosional selain pencapaian kognitif. Metode pembelajaran yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, total communication, latihan, dan kegiatan keagamaan praktis. Faktor pendukung pembelajaran meliputi ketersediaan fasilitas sekolah dan keterlibatan orang tua, sedangkan tantangan masih ditemukan dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran PAI pada siswa tunarungu dilakukan melalui pendekatan yang adaptif terhadap karakteristik dan kemampuan komunikasi siswa serta berkontribusi terhadap pengembangan kecerdasan sosial-emosional melalui pembiasaan nilai moral, praktik keagamaan, dan interaksi sosial.
Copyrights © 2026