Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan penyesuaian diri yang dihadapi santri baru remaja di pondok pesantren modern, seperti homesickness, kecemasan, serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dan aturan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran religiusitas dalam proses penyesuaian diri serta mengeksplorasi pengalaman adaptasi santri baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi transendental model Moustakas. Empat partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berkembang dari kepatuhan terhadap aturan menuju kesadaran spiritual yang lebih mendalam. Pada tahap awal, santri mengalami homesickness, ketakutan, dan tekanan emosional, tetapi secara bertahap mampu menyesuaikan diri. Religiusitas berperan sebagai sumber ketenangan, pengendalian emosi, dan kekuatan psikologis dalam menghadapi tantangan adaptasi. Penelitian menyimpulkan bahwa religiusitas mendukung penyesuaian diri santri baru remaja di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026