Rendahnya aktivitas fisik dan meningkatnya perilaku sedentari pada remaja memerlukan pendekatan promosi kesehatan berbasis sekolah yang tidak hanya mengandalkan pembelajaran olahraga formal, tetapi juga memberdayakan siswa sebagai aktor perubahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Physical Literacy Agent berbasis peer-group sebagai strategi untuk memperkuat pengetahuan, kepemimpinan sebaya, dan kesempatan bergerak di lingkungan SMP Negeri 11 Makassar. Program dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan bahan edukasi, pelatihan siswa, simulasi aktivitas peer-group, penggunaan modul, serta perencanaan pendampingan bersama guru PJOK. Paket aktivitas mencakup active break, stretching, fun games, walking challenge, dan pencatatan aktivitas. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh tahapan inti dapat dijalankan sesuai agenda; modul Physical Literacy Agent telah digunakan sebagai media edukasi; siswa memperoleh pengalaman praktik sebagai teladan, motivator, dan fasilitator teman sebaya; serta sekolah memberikan dukungan in-kind berupa fasilitas, pengorganisasian peserta, dan pendampingan guru. Program juga didiseminasikan melalui media massa lokal. Model ini menunjukkan kelayakan implementasi sebagai bentuk pemberdayaan siswa untuk memperluas kesempatan aktivitas fisik di sekolah. Keberlanjutan program memerlukan monitoring rutin, penguatan peran guru PJOK, dan evaluasi empiris terhadap perubahan aktivitas fisik serta komponen physical literacy dalam jangka menengah dan panjang.
Copyrights © 2026