Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI DIGITAL KESEHATAN MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI MOBILE JKN PADA MASYARAKAT KECAMATAN CINA, KABUPATEN BONE Sensy Karnia; Nurul Fadilah Aswar; Rezky Amalia Hamka; Hasyim Hasyim; Ainul Hidayah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/qq97m843

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mobile JKN merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta mengakses berbagai layanan, seperti informasi kepesertaan, antrean online, informasi iuran, riwayat pelayanan, perubahan data peserta, lokasi fasilitas kesehatan, dan pengaduan layanan JKN. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum memahami penggunaan aplikasi tersebut secara optimal akibat rendahnya literasi digital kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan infografis digital Panduan Mobile JKN di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif deskriptif dengan media utama berupa infografis digital. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang merupakan pengguna atau calon pengguna layanan JKN. Materi edukasi meliputi pengenalan Mobile JKN, langkah penggunaan aplikasi, fitur utama, layanan tambahan, dan tips keamanan penggunaan aplikasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner sederhana untuk mengetahui respons dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa infografis digital membantu peserta memahami informasi mengenai Mobile JKN secara lebih mudah, ringkas, dan sistematis. Peserta yang sebelumnya hanya mengetahui fungsi dasar aplikasi mulai memahami berbagai fitur penting, seperti Info Peserta, Antrean Online, Info Riwayat Pelayanan, Perubahan Data Peserta, Info Iuran, Info Lokasi Faskes, dan Pengaduan Layanan JKN. Peserta juga memberikan respons positif terhadap media yang digunakan karena tampilannya menarik dan mudah dipahami. Kegiatan ini menunjukkan bahwa infografis digital merupakan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat serta mendorong pemanfaatan layanan JKN secara lebih mandiri.
Manajemen strategis pengalaman pasien: tinjauan sistematis tentang integrasi customer experience dan kinerja rumah sakit Sensy Karnia; Nurul Fadilah Aswar
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 6 No. 2 (2026): June Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v6i2.3440

Abstract

Background: Occupational injuries among healthcare workers are a common safety issue caused by suboptimal biomechanics and ergonomics. Activities such as lifting patients, non-ergonomic work postures, repetitive movements, and high physical and mental workloads can increase the risk of musculoskeletal disorders (MSDs) in healthcare workers. Purpose: To identify ergonomic risk factors associated with work injuries in healthcare workers and to analyze managerial implications for prevention efforts. Method: The research used a systematic literature review (SLR) examining national and international scientific articles from 2020–2025 obtained from Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, and SINTA databases. The article selection process was conducted using PRISMA guidelines, resulting in 20 articles meeting the inclusion criteria. Results: Studies have shown that the main factors causing occupational injuries in healthcare workers include awkward working postures, manual patient handling, repetitive movements, high workloads, and a lack of ergonomics in hospital settings. The most common musculoskeletal disorders are low back pain, neck pain, shoulder pain, and muscle fatigue. Workplace injuries also impact productivity, quality of care, work absence, and hospital healthcare costs. Conclusion: Patient experience has been shown to be related to satisfaction, loyalty, trust, intention to revisit, and public perception of the quality of health services.   Keywords: Customer Experience; Hospital Performance; Patient Experience; Patient Satisfaction; Strategic Management.
Implementasi Physical Literacy Agent Berbasis Peer-Group sebagai strategi Pemberdayaan Siswa untuk Gaya Hidup Aktif di SMP Negeri 11 Makassar Hasyim Hasyim; Asri Awal; Muh. Ilham Aksir; Alif Aryadi Hardi; Sensy Karnia
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 2, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/68n2ae89

Abstract

Rendahnya aktivitas fisik dan meningkatnya perilaku sedentari pada remaja memerlukan pendekatan promosi kesehatan berbasis sekolah yang tidak hanya mengandalkan pembelajaran olahraga formal, tetapi juga memberdayakan siswa sebagai aktor perubahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Physical Literacy Agent berbasis peer-group sebagai strategi untuk memperkuat pengetahuan, kepemimpinan sebaya, dan kesempatan bergerak di lingkungan SMP Negeri 11 Makassar. Program dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif yang meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan bahan edukasi, pelatihan siswa, simulasi aktivitas peer-group, penggunaan modul, serta perencanaan pendampingan bersama guru PJOK. Paket aktivitas mencakup active break, stretching, fun games, walking challenge, dan pencatatan aktivitas. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh tahapan inti dapat dijalankan sesuai agenda; modul Physical Literacy Agent telah digunakan sebagai media edukasi; siswa memperoleh pengalaman praktik sebagai teladan, motivator, dan fasilitator teman sebaya; serta sekolah memberikan dukungan in-kind berupa fasilitas, pengorganisasian peserta, dan pendampingan guru. Program juga didiseminasikan melalui media massa lokal. Model ini menunjukkan kelayakan implementasi sebagai bentuk pemberdayaan siswa untuk memperluas kesempatan aktivitas fisik di sekolah. Keberlanjutan program memerlukan monitoring rutin, penguatan peran guru PJOK, dan evaluasi empiris terhadap perubahan aktivitas fisik serta komponen physical literacy dalam jangka menengah dan panjang.