Stimulasi literasi dan numerasi sejak usia dini merupakan fondasi kesiapan anak memasuki sekolah dasar, namun capaian literasi dan numerasi peserta didik di Indonesia masih belum merata secara nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran literasi dan numerasi awal secara terpadu pada anak kelompok B. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dengan melibatkan tiga guru kelompok B dari tiga TK berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara sebagai teknik utama, didukung observasi dan dokumentasi untuk triangulasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan ketiga sekolah sepakat mengenai pentingnya stimulasi dini, namun strategi pelaksanaannya bervariasi, dari stimulasi terjadwal terpisah hingga integrasi dalam tema mingguan, sesuai kondisi sarana dan karakteristik anak. Hambatan meliputi kesulitan pengenalan simbol dan rendahnya keterlibatan orang tua. Strategi stimulasi bersifat kontekstual dan memerlukan pelatihan guru yang adaptif serta penguatan kemitraan sekolah-keluarga.
Copyrights © 2026