Pengelolaan sarana dan prasarana SMK yang efektif merupakan determinan mutu pendidikan kejuruan, namun masih terdapat kesenjangan antara kondisi ideal dan praktik aktual, terutama dalam perencanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan kompetensi manajerial terhadap efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana serta menguji peran mediasi budaya organisasi. Pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research diterapkan pada SMK di Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 222 responden dipilih secara purposive sampling dari populasi 500 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)-AMOS. Hasil menunjukkan kepemimpinan transformasional dan kompetensi manajerial berpengaruh positif signifikan terhadap budaya organisasi (β=0,548; β=0,318; p<0,001) dan efektivitas pengelolaan. Budaya organisasi memberikan pengaruh terkuat (β=0,844; p<0,001) serta memediasi kedua variabel prediktor dengan efek tidak langsung 0,463 dan 0,288. Budaya organisasi merupakan mekanisme kunci dalam mentransformasikan kapasitas kepemimpinan dan manajerial menjadi tata kelola fasilitas SMK yang efektif.
Copyrights © 2026