Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk makna semiotika dalam novel Presiden Santuy karya Jurnal Hanum menggunakan pendekatan semiotika triadik Charles Sanders Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Novel ini dipilih karena memuat berbagai tanda yang merepresentasikan konflik kehidupan, ketahanan emosional, pesan moral, dan realitas sosial, sementara kajian semiotika terhadapnya masih terbatas, khususnya dengan pendekatan Peirce. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data novel Presiden Santuy terbitan Lovrinz Publishing (2021). Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan 44 data tanda yang terdiri atas 15 ikon, 15 indeks, dan 14 simbol. Ikon banyak ditemukan pada deskripsi visual ekspresi wajah, gerak tubuh, dan suasana yang menyerupai kondisi nyata. Indeks ditemukan pada tindakan dan reaksi fisik tokoh yang menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan kondisi emosional yang dialami. Simbol ditemukan pada istilah bahasa gaul, ungkapan religius, dan simbol budaya yang maknanya dibentuk melalui konvensi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa novel Presiden Santuy sarat akan tanda yang merepresentasikan konflik kehidupan, ketahanan emosional, nilai moral, dan realitas sosial sekaligus, sehingga pendekatan semiotika Peirce mampu mengungkap makna yang tersembunyi di balik teks secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026