Fenomena echo chamber pada media sosial memperkuat polarisasi, intoleransi, dan konflik komunikasi keagamaan akibat personalisasi algoritma yang membatasi keberagaman informasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan komunikasi digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga krisis etika komunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis etika komunikasi keagamaan dalam perspektif Q.S. Asy-Syura ayat 15 serta relevansinya dalam meminimalisasi fenomena echo chamber di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pendekatan teknologi komunikasi dan pendekatan akhlak komunikasi Islam. Data dianalisis menggunakan tafsir tematik (maudhu'i) dan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur tafsir, komunikasi Islam, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Asy-Syura ayat 15 memuat tiga prinsip utama etika komunikasi keagamaan, yaitu istiqamah dan objektivitas komunikasi, dialog moderat dan penghormatan terhadap perbedaan, serta pengendalian diri melalui literasi digital berbasis nilai-nilai Qur'ani. Penelitian ini menghasilkan Model Integratif Etika Komunikasi Qur'ani yang menghubungkan teori teknologi komunikasi dengan akhlak komunikasi Islam sebagai solusi konseptual terhadap fenomena echo chamber. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi Islam dan komunikasi digital melalui pendekatan interdisipliner yang relevan dengan tantangan masyarakat digital kontemporer.
Copyrights © 2026