Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah, inflasi, dan suku bunga terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data bulanan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia (BI), dan Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga diperoleh 72 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27 melalui analisis statistik deskriptif, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), sedangkan inflasi dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,178 dan 0,434 (>0,05). Secara simultan, nilai tukar rupiah, inflasi, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap IHSG dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,288 menunjukkan bahwa sebesar 28,8% variasi IHSG dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah merupakan variabel makroekonomi yang paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG selama periode penelitian.
Copyrights © 2026