Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi pedagang pakaian bekas konvensional serta menganalisis strategi yang mereka lakukan untuk mempertahankan usahanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan informan sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori moral ekonomi James C. Scott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang menghadapi kendala internal berupa keterbatasan modal dan risiko memperoleh barang zonk (cacat), serta kendala eksternal berupa kebijakan pemerintah terkait larangan impor pakaian bekas dan meningkatnya persaingan dengan toko daring (online shop). Untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya, pedagang menerapkan berbagai strategi, antara lain mengurangi pembelian bal baru guna menekan risiko kerugian, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, memberikan potongan harga, mengikuti sistem jula-jula antar pedagang sebagai bentuk dukungan finansial, serta memperkuat jaringan sosial antarpedagang. Strategi tersebut mencerminkan adanya upaya adaptasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memanfaatkan solidaritas sosial sebagai modal dalam menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan kebijakan.
Copyrights © 2026