Pondok pesantren memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan agama dan pembentukan karakter di Indonesia. Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar untuk pengembangan pesantren modern karena lokasi yang strategis dan tingginya jumlah penduduk usia sekolah beragama Islam. Namun, ketersediaan pesantren modern masih terbatas dan bangunan yang ada umumnya kurang memiliki daya tarik visual serta identitas arsitektural. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bentuk dan fasad bangunan pondok pesantren dengan pendekatan arsitektur neo vernakular, yaitu menggabungkan nilai-nilai lokal dengan konsep desain modern. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data, analisis tapak, dan analisis bangunan untuk menghasilkan desain yang fungsional dan responsif terhadap lingkungan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa lokasi terpilih memiliki aksesibilitas yang baik dan mendukung pengembangan kawasan pesantren yang terstruktur. Desain menerapkan sistem zoning (publik, semi publik, dan privat), sirkulasi yang efisien, serta strategi responsif iklim seperti pencahayaan alami, ventilasi, dan elemen peneduh. Pendekatan neo vernakular diwujudkan melalui bentuk dan fasad bangunan yang mengadaptasi unsur tradisional ke dalam desain modern. Kesimpulannya, perancangan ini diharapkan mampu menghasilkan pondok pesantren yang fungsional, nyaman, dan memiliki nilai estetika, serta mencerminkan identitas lokal dan mendukung perkembangan pendidikan Islam di Kecamatan Pakis.
Copyrights © 2026