Perubahan struktur keluarga, peningkatan angka harapan hidup, serta dinamika sosial dan ekonomi telah meningkatkan keterlibatan lansia dalam pengasuhan cucu (grandparenting). Fenomena ini mendorong berkembangnya penelitian mengenai hubungan antara grandparenting dan kesejahteraan psikologis lansia, meskipun hasil penelitian masih menunjukkan temuan yang beragam. Artikel ini bertujuan menganalisis tren penelitian grandparenting dan kesejahteraan psikologis lansia pada konteks internasional dan Indonesia, meliputi perkembangan tema penelitian, pendekatan metodologis, temuan utama, serta kesenjangan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan Narrative Literature Review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2011–2025. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, ekstraksi, pengelompokan tematik, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian masih didominasi oleh pendekatan kuantitatif yang berfokus pada depresi, kepuasan hidup, dan kesehatan mental, sedangkan penelitian kualitatif mengenai pengalaman subjektif lansia masih terbatas. Temuan juga menunjukkan bahwa grandparenting dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesejahteraan psikologis, bergantung pada intensitas pengasuhan, dukungan keluarga, kondisi kesehatan, dan konteks budaya. Kajian ini menegaskan perlunya pengembangan penelitian kualitatif yang mengkaji kesejahteraan psikologis secara multidimensional, khususnya dalam konteks budaya Indonesia.
Copyrights © 2026