Pertumbuhan pesat perdagangan sosial (social commerce) telah meningkatkan pentingnya memahami bagaimana interaksi konsumen daring dan penilaian harga memengaruhi keputusan pembelian di pasar kosmetik. Penelitian ini mengkaji pengaruh word of mouth elektronik (e-WOM) dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap produk eyeshadow Pinkflash melalui TikTok di Depok, Indonesia. Pendekatan asosiatif kuantitatif digunakan dengan melakukan survei terhadap 97 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif berdasarkan pengalaman mereka dalam menggunakan atau membeli produk eyeshadow Pinkflash. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa baik e-WOM maupun persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara individual maupun bersamaan. Koefisien determinasi (\(R^2\)) sebesar 0,530 menunjukkan bahwa e-WOM dan persepsi harga menjelaskan 53% variasi dalam keputusan pembelian konsumen pada sampel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian dalam perdagangan sosial tidak hanya dipengaruhi oleh informasi dan rekomendasi yang dihasilkan konsumen yang beredar melalui TikTok, tetapi juga oleh evaluasi konsumen terhadap harga dalam kaitannya dengan nilai yang ditawarkan oleh produk. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan komunikasi konsumen digital yang kredibel dengan strategi penetapan harga yang tepat untuk memperkuat keputusan pembelian di pasar kosmetik yang sangat kompetitif.
Copyrights © 2026