Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memanfaatkan penggunaan investasi sebagai alat penunjang pertumbuhan ekonominya, investasi di pasar asing pun dibagi menjadi dua jenis yaitu Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan Investasi Portofolio Asing (Foreign Portofolio Investment/FPI), dimana Foreign Direct Investment merupakan bentuk investasi yang dilakukan dengan tujuan memperoleh kendali aktif terhadap aset, properti, atau perusahaan yang berlokasi di negara penerima investasi. Foreign Direct Investment (FDI) memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber pembiayaan yang mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. Besarnya arus FDI dipengaruhi oleh berbagai kondisi makroekonomi serta kualitas tata kelola pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga riil, nilai tukar, dan Corruption Perception Index (CPI) terhadap Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk time series periode 2000–2024 yang dianalisis dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, suku bunga riil, nilai tukar, dan Corruption Perception Index (CPI) berpengaruh signifikan terhadap Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.
Copyrights © 2026