Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu wilayah dengan karakteristik lahan kering yang memiliki keterbatasan sumber daya air, sehingga menjadi salah satu faktor pembatas dalam pengembangan budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai (Capsicum annuum L.). Kelompok Taruna Tani Jaka Berek di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul menghadapi permasalahan rendahnya efisiensi penggunaan air dan pupuk akibat penerapan sistem irigasi konvensional serta metode pemupukan yang belum sesuai dengan kebutuhan tanaman. Kondisi tersebut berdampak terhadap tingginya biaya produksi dan belum optimalnya produktivitas cabai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas cabai melalui penerapan teknologi irigasi tetes yang terintegrasi dengan sistem fertigasi serta meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan budidaya berbasis teknologi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action Research/PAR) melalui tahapan identifikasi permasalahan mitra, sosialisasi, pelatihan, instalasi sistem irigasi tetes dan fertigasi, pendampingan, serta evaluasi program. Implementasi teknologi dilakukan pada lahan percontohan (demplot) seluas 2.500 m² dengan melibatkan anggota kelompok tani secara aktif dalam proses instalasi dan pengoperasian sistem. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan irigasi tetes dan fertigasi mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dalam budidaya cabai. Konsumsi air mengalami penurunan dari 700 liter/tanaman pada sistem konvensional menjadi 400 liter/tanaman pada sistem irigasi tetes atau terjadi efisiensi penggunaan air sebesar 42,8%. Penggunaan pupuk mengalami penurunan dari 600 kg/ha menjadi 420 kg/ha melalui penerapan fertigasi atau lebih efisien sebesar 30%. Penerapan teknologi juga meningkatkan produktivitas cabai dari 12,6 ton/ha menjadi 15,8 ton/ha. Selain aspek produksi, terjadi peningkatan kapasitas pengetahuan petani berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, dengan peningkatan skor rata-rata dari 42,5 menjadi 73,3. Penerapan teknologi irigasi tetes dan fertigasi mampu menjadi solusi adaptif bagi budidaya cabai pada lahan kering melalui peningkatan efisiensi air dan pupuk, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemampuan kelompok tani dalam mengelola teknologi pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026