Menurut International Labour Organization, setidaknya dalam setahun terdapat lebih dari 250 juta kecelakaan kerja dan lebih dari 160 juta penyakit akibat bahaya di tempat kerja. Penyebab kecelakaan kerja didasarkan pada sumber bahaya yang ada di sekitar lingkungan atau area kerja, sumber bahaya tersebut terbagi menjadi dua yaitu Unsafe Action dan Unsafe Conditions. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan komunikasi keselamatan (safety communication) guna meningkatkan perilaku keselamatan dan mengendalikan tindakan tidak aman (unsafe action) pada operator dan driver pertambangan. Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, pre-test dan post-test, serta observasi langsung. Peserta berjumlah 20 orang yang terdiri dari operator alat berat dan driver hauling. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan keselamatan sebesar 38,10% (dari rata-rata nilai pre-test 63,00 menjadi 87,0 pada post-test). Observasi langsung juga mencatat penurunan frekuensi unsafe action sebesar 44,1% selama periode pendampingan. Penurunan ini terlihat pada indikator tidak mengikuti P5M, P2H, komunikasi dua arah, jarak aman saat beriringan, dan prosedur mundur unit. Kegiatan ini menunjukkan potensi bahwa optimalisasi safety communication dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku keselamatan pekerja pertambangan selama periode pendampingan. Namun, diperlukan pendampingan dan monitoring berkelanjutan agar perubahan perilaku dapat bertahan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026