Abstract: Adolescents’ limited ability to build healthy interpersonal relationships contributes to high rates of child marriage, unintended pregnancy, and dating violence. A preliminary study at a junior high school in Tenggarong Seberang District identified underage pregnancy cases and weak peer communication and conflict-resolution skills. This program aimed to improve ninth-grade students’ knowledge, attitudes, and skills in building healthy interpersonal relationships and understanding the reproductive-health consequences of unhealthy relationships. The program was implemented in several stages, beginning with a problem analysis as the basis for designing the “KESPRO CAMP”. The team then developed the lingkar prestasi educational media and prepared the necessary administrative and technical requirements for implementation. The program was subsequently implemented with the partner, followed by an evaluation of the program outcomes. The Outcomes were assessed with a mixed-method design using a pre-post test (n=59) analyzed with the Wilcoxon test and norm-based categorization, complemented by participatory observation. Knowledge scores were very high at baseline and did not change significantly (p=0.71) due to a ceiling effect. Changes were clearer in the affective and psychomotor domains: the proportion of students in the “good” category rose from 32.2% to 40.7% for attitude and from 25.4% to 37.3% for skills, while the skill-score increase was borderline significant (p=0.05; r=0.25). Participant enthusiasm was consistently high. Abstrak: Rendahnya kemampuan remaja membangun relasi interpersonal yang sehat berkontribusi terhadap tingginya angka pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan kekerasan dalam pacaran. Studi pendahuluan di sebuah SMP di Kecamatan Tenggarong Seberang menemukan kasus kehamilan di bawah umur serta lemahnya komunikasi dan penyelesaian konflik antarsiswa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa kelas IX dalam membangun relasi interpersonal yang sehat serta memahami dampak relasi tidak sehat terhadap kesehatan reproduksi. Program pengabdian dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan analisis masalah sebagai dasar perancangan program “KESPRO CAMP”. Selanjutnya, tim mengembangkan media lingkar prestasi serta mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis pelaksanaan. Program kemudian diimplementasikan kepada mitra, kemudian siakhiri dengan evaluasi hasil program. Capaian diukur dengan desain mixed method melalui kuesioner pre-post test (n=59) yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan pengategorian norma, dilengkapi observasi partisipatif. Skor pengetahuan tergolong sangat tinggi sejak awal dan tidak berubah signifikan (p=0,71) akibat ceiling effect. Perubahan lebih nyata pada ranah sikap dan keterampilan: proporsi siswa berkategori “baik” pada sikap naik dari 32,2% menjadi 40,7% dan pada keterampilan dari 25,4% menjadi 37,3%, sementara peningkatan skor keterampilan berada pada batas signifikansi (p=0,05; r=0,25). Antusiasme peserta tinggi sepanjang kegiatan.
Copyrights © 2026