Karies gigi dipicu oleh penumpukan plak akibat bakteri Streptococcus mutans. Penggunaan obat kumur sintetik berlebih menimbulkan risiko resistensi mikroba, sehingga diperlukan alternatif bahan alami dari fraksi etil asetat bunga asoka (Ixora coccinea L.). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan kandungan metabolit flavonoid pada fraksi etil asetat bunga asoka sekaligus menganalisis daya hambatnya dalam menekan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Metode ekstraksi menggunakan maserasi etanol 96%, dilanjutkan fraksinasi cair-cair menghasilkan fraksi etil asetat. Skrining fitokimia dilakukan dengan uji Shinoda dan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan pelarut polar n-Butanol : asam asetat : air (4:3:5) sebagai fase geraknya. Uji antibakteri difusi cakram dilakukan menggunakan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Hasil KLT membuktikan fraksi positif mengandung flavonoid dengan nilai Rf sampel 0,94 mendekati kuarsetin (0,97). Seluruh konsentrasi menghasilkan zona bening kategori kuat (11–20 mm). Analisis One-Way ANOVA dan Duncan Test menegaskan konsentrasi 60% sebagai konsentrasi paling optimal dengan capaian rata-rata diameter zona hambat bakteri sebesar 15,57 mm (p < 0,05). Kesimpulannya, fraksi etil asetat bunga asoka berpotensi tinggi sebagai antibakteri alami rongga mulut.
Copyrights © 2026