cover
Contact Name
Mar'atus Sholikhah
Contact Email
mara2025@marapublisher.com
Phone
+6285881840618
Journal Mail Official
admin@marapublisher.com
Editorial Address
Dukuh Krajan No 12 RT 001 RW 001 Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Kesehatan
ISSN : 3124128X     EISSN : 31241298     DOI : https://doi.org/10.64465/jek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Entitas Kesehatan adalah jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat yang menyediakan platform untuk publikasi dan penyebaran artikel penelitian, tinjauan pustaka, dan karya ilmiah yang mencakup semua disiplin ilmu dalam bidang ilmu kesehatan. Jurnal ini mencakup cakupan yang komprehensif termasuk kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, nutrisi, kedokteran gigi, kesehatan dan sanitasi lingkungan, epidemiologi, farmasi, terapi wicara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3/K3), promosi kesehatan, kebijakan dan manajemen kesehatan, ilmu klinis, dan studi kesehatan berbasis masyarakat, serta bidang ilmu kesehatan terkait lainnya.
Articles 15 Documents
Profil Peresepan Obat Antidepresan Pada Pasien Depresi di Rumah Sakit X di Kota Palembang Rizka Riatama; Mar'atus Sholikhah; Sonlimar Mangunsong
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.66

Abstract

Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan secara global dan berkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti kecemasan dan stres. Penggunaan antidepresan adalah salah satu penatalaksanaan farmakoterapi utama pada penderita depresi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan sampel seluruh rekam medik dari 22 pasien depresi periode Januari-Desember 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan pasien laki-laki (54,5%) dan rentang usia 18-28 tahun (40,9%) merupakan yang tertinggi. Golongan antidepresan yang paling banyak diresepkan adalah Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) sebesar 86,3%, dengan Fluoxetine 20 mg menjadi obat yang paling sering digunakan (72,7%). Dosis dan frekuensi pemberian obat telah sesuai dengan pedoman terapi standar. Mayoritas pasien (54,5%) menerima terapi jangka panjang (lebih dari 90 hari) yang berfokus pada pencegahan kekambuhan. Peresepan di Rumah Sakit X di Kota Palembang didominasi oleh golongan SSRIs (Fluoxetine) dengan praktik tatalaksana jangka panjang untuk mencegah kekambuhan.
Penerapan Metode Filtrasi Sebagai Upaya Penurunan BOD dan Kekeruhan Pada Limbah Cair Tahu Gea Mutiara Sarayya; Kamsul; Ayu Febria Wulanda; Maksuk; Maya Sopianti
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.69

Abstract

Perkembangan industri tahu di Sumatera Selatan terus meningkat, sehingga limbah cair yang dihasilkan perlu mendapat perhatian. Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengetahui penerapan metode filtrasi sebagai upaya menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) dan kekeruhan pada limbah cair industri tahu. Sehingga penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen sebagai sampel limbah cair sebanyak 10 liter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kadar BOD sebelum perlakuan sebesar 380 mg/L dengan kondisi kekeruhan tinggi, sedangkan setelah filtrasi kadar BOD menurun menjadi 365 mg/L dan kekeruhan berkurang. Dengan demikian hasil tersebut memiliki kesimpulan bahwasannya proses filtrasi dapat menurunkan BOD dan memperbaiki tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu.
Penerapan Berbasis Manajemen Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Apendisitis Dengan Nyeri Akut Syokumawena Syokumawena; Devi Mediarti; Kayati Zabillah
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.72

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering menimbulkan nyeri, terutama pada pasien pascaoperasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan dalam penelitian ini ialah penerapan berbasis manajemen nyeri pada pasien pasca bedah apendistis dengan nyeri akut. Dengan demikian metode yang digunakan ialah deskriptif dengan melakukan studi kasus pada pasien pasca operasi apendisitis di RS Muhammadiyah Palembang tahun 2025, melalui penerapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi. Dari penelitian tersebut diadaptkan hasil yang menunjukkan adanya penurunan skala nyeri setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam, yaitu dari skala 6 menjadi 2 pada pasien pertama dan dari skala 5 menjadi 2 pada pasien kedua. Dengan demikian, teknik relaksasi napas dalam terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien pascaoperasi apendisitis dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
Pelaksanaan Manajemen Nyeri Akut Melalui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gastritis Syokumawena Syokumawena; Devi Mediarti; Wafika Dwi Maharani
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.75

Abstract

Gastritis adalah peradangan mukosa lambung akibat infeksi atau iritasi yang sering menimbulkan nyeri akut di daerah epigastrium. Penanganan keperawatan dapat dilakukan melalui manajemen nyeri, salah satunya dengan kompres hangat sebagai terapi nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan manajemen nyeri akut melalui asuhan keperawatan pada pasien gastritis dengan menggunakan kompres hangat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien gastritis berusia 57 tahun dan 42 tahun yang dirawat di ruang rawat inap Ahmad Dahlan RS Muhammadiyah Palembang. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari melalui observasi, wawancara, serta pengisian instrumen studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat sebagai intervensi manajemen nyeri selama tiga hari mampu menurunkan intensitas nyeri pada kedua pasien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompres hangat merupakan tindakan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan nyeri akut pada pasien gastritis.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Gliserin Terhadap Formulasi Face Mist Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) Cahya Aulya Septiahyani; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.76

Abstract

Face mistmerupakan salah satu kosmetik dengan bahan yang berbentuk larutan spray sebagai pelembap kulit dan menyegarkan kulit. Gliserin sebagai pelembap (humektan). Ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gliserin yang mampu menghasilkan sediaan face mistyang stabil dan memenuhi syarat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) 3,5% dengan variasi konsentrasi gliserin 20% dalam formula kontrol dan formula II, 15% dalam formula I, serta 25% dalam formula III. Evaluasi sediaan selama 28 hari penyimpanan pada suhu kamar dan 12 hari uji dipercepat (cycling test) yang meliputi uji pH, viskositas, kejernihan, homogenitas, daya sebar semprot, kelembapan kulit, warna, bau, dan iritasi kulit. Hasil evaluasi menunjukkan pH dan viskositas yang memenuhi persyaratan. Namun, pada evaluasi kejernihan dan homogenitas belum memenuhi persyaratan. Ditinjau dari daya sebar semprot telah memenuhi syarat, serta evaluasi kelembapan kulit didapatkan hasil yang stabil lembap dan sangat lembap dalam waktu 2 menit. Sebagian responden menyatakan perubahan warna dan bau, namun tetap memenuhi syarat karena >50% responden tidak mengalami perubahan. Serta tidak menyebabkan iritasi kulit. Ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) belum dapat diformulasikan menjadi sediaan face mistyang stabil dan memenuhi syarat, serta belum dapat bertahan selama 12 bulan.
Beban Ganda Malnutrisi: Studi Kasus di Dua Desa Nurul Ilmi; Ani Asram; Yuli Rahayu
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.89

Abstract

Beban ganda malnutrisi (double burden of malnutrition) merupakan kondisi di mana masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi terjadi secara bersamaan dalam satu komunitas atau bahkan dalam satu keluarga. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan pola beban ganda malnutrisi pada balita di Desa BI dan Desa WS sepanjang tahun 2025 berdasarkan data rekap status gizi bulanan. Data dianalisis menggunakan tiga indikator antropometri standar WHO, yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), dan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua desa mengalami beban ganda malnutrisi secara bersamaan: kasus stunting kumulatif mencapai 1.088 kasus, wasting 280 kasus, dan underweight 636 kasus, sementara di sisi lain ditemukan kasus risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas yang cukup signifikan. Beban tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan Oktober. Desa BI secara konsisten mencatat angka lebih tinggi dibanding Desa WS. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi gizi yang komprehensif dan tidak hanya berfokus pada satu sisi spektrum malnutrisi.
Analisis Pola Kunjungan Gigi Puskesmas X Parepare: Implikasi bagi Strategi Promosi Kesehatan Nurul Ilmi; Ani Asram; Yuli Rahayu
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.93

Abstract

Pola kunjungan dan pemanfaatan layanan kesehatan gigi dan mulut di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan cerminan perilaku kesehatan masyarakat sekaligus indikator efektivitas program promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kunjungan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas X Kota Parepare sepanjang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari 12 laporan bulanan kegiatan pelayanan Kesgilut periode Januari hingga Desember 2025. Variabel yang dianalisis meliputi pola kunjungan pasien, profil penyakit berdasarkan ICD-10, jenis tindakan perawatan, dan pola rujukan. Hasil penelitian menunjukkan total 2.229 kunjungan dengan dominasi kunjungan lama (90,6%) dan pasien perempuan (73,4% pada kunjungan lama). Kunjungan ibu hamil hampir tidak tercatat sepanjang tahun (hanya 2 kunjungan). Penyakit pulpa dan jaringan perapikal (K04) menjadi diagnosis terbanyak (65,7%). Pencabutan mendominasi tindakan perawatan dengan rasio tumpatan terhadap pencabutan sebesar 1:78, jauh di bawah standar minimal 1:1. Premedikasi tercatat sebanyak 685 kasus dan rujukan ke rumah sakit sebanyak 452 kasus (20,3%). Pola-pola ini secara konsisten mengindikasikan perilaku pencarian layanan kesehatan gigi yang bersifat reaktif dan rendahnya pemanfaatan layanan preventif. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan strategi promosi kesehatan gigi berbasis komunitas yang lebih terarah, termasuk integrasi skrining gigi dalam posyandu, edukasi deteksi dini, dan penguatan peran kader kesehatan.
Ikan Jalalah, Pencemaran Perairan, dan Konservasi: Tantangan Kesehatan Masyarakat Wakatobi Sunarwan Asuhadi; Akhmatul Ferlin; Rahman Shaadikin; Muhammad Musrianton; Harudin Harudin
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.90

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis keterkaitan konsep ikan jalalah, pencemaran perairan, konservasi laut, dan kesehatan masyarakat di Wakatobi. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif-integratif terhadap artikel ilmiah tahun 2021-2025 yang relevan dan terindeks Sinta atau Scopus. Penelusuran awal menghasilkan 86 rekaman, 72 rekaman disaring setelah duplikasi dikeluarkan, 33 artikel dinilai melalui teks lengkap, dan 13 artikel lolos seleksi akhir untuk sintesis tematik. Sintesis difokuskan pada keamanan pangan laut, sanitasi pesisir, mikroplastik, ekologi terumbu, serta prinsip halal-thayyib. Hasil sintesis menunjukkan bahwa istilah ikan jalalah dapat dipakai sebagai lensa etik-saniter untuk menilai paparan ikan terhadap bahan kotor atau tercemar, namun tidak boleh disamakan secara otomatis dengan seluruh ikan dari perairan tercemar tanpa bukti ilmiah dan pertimbangan fikih. Bukti terbaru menunjukkan keberadaan mikroplastik pada perairan dan ikan yang terkait Wakatobi, sementara konservasi terumbu menghadapi tekanan antropogenik, nutrien, sampah, dan perubahan fungsi pesisir. Artikel ini menegaskan perlunya surveilans terpadu berbasis One Health yang menghubungkan laboratorium lingkungan, keamanan pangan ikan, sanitasi komunitas pesisir, literasi halal-thayyib, dan penguatan konservasi adaptif sebagai strategi perlindungan kesehatan masyarakat Wakatobi.
Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Pembentukan Kesehatan Mental Remaja Evi Ni'matuzzakiyah; Nurul Ilma
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.94

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan psikologis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang diterapkan dalam keluarga dapat memengaruhi kemampuan regulasi emosi, perilaku sosial, serta kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja di SMP Negeri 1 Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX sebanyak 200 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan perhitungan rumus Slovin sehingga diperoleh sebanyak 67 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner kesehatan mental remaja. Analisis data menggunakan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja dengan nilai p-value sebesar 0,005 (<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,288 yang menunjukkan kekuatan hubungan rendah dengan arah positif. Pola asuh demokratis cenderung berhubungan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik pada remaja. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental remaja sehingga diperlukan keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan keluarga yang suportif, komunikatif, dan kondusif bagi perkembangan psikologis remaja.
Model Intervensi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cepiring Nabilla Andasari Putri; Zakky Cholisoh; Tri Nur Azizah; Hogi Noni Saputro
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.113

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dikenal sebagai the silent killer. Tingkat ketidakpatuhan pengobatan pada penderita diabetes melitus di Indonesia masih tinggi. Dari 126 pasien PROLANIS diabetes melitus tipe 2, hasil pill count menunjukkan 61,1% (77 pasien) tidak patuh dan 38,9% patuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pasien yang tidak patuh serta merancang model intervensi untuk meningkatkan kepatuhan. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional cross-sectional dan pengembangan model intervensi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Modified Morisky Scale (MMS), Beliefs about Medicines Questionnaire (BMQ), pill count, serta data alasan ketidakpatuhan. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 23 dan Microsoft Excel 2013. Pengembangan model intervensi meliputi penilaian kebutuhan, identifikasi kebutuhan, pemilihan metode berbasis bukti dan teori, serta penyusunan intervensi. Hasil menunjukkan angka ketidakpatuhan terus meningkat, dengan kebutuhan terhadap pengobatan lebih tinggi daripada kekhawatiran. Pasien tidak patuh berada pada kuadran II dan IV BMQ. Model intervensi yang dikembangkan berupa booklet edukasi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan penyakit dan pengobatan, penguatan keyakinan terhadap manfaat terapi, peningkatan kesadaran risiko komplikasi, pengurangan kekhawatiran, serta edukasi nonfarmakologi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15