Abstrak. Artikel ini mengkaji Somba Opu sebagai memori bandar niaga yang membentuk identitas sejarah Makassar. Masalah pokok yang dibahas ialah bagaimana kawasan Somba Opu, yang pernah menjadi pusat pemerintahan, benteng pertahanan, dan pelabuhan kosmopolitan Kerajaan Gowa-Tallo, terus dimaknai sebagai sumber identitas maritim, politik, dan budaya pada masa kini. Kajian ini penting karena Somba Opu bukan hanya menyimpan sisa struktur benteng, tetapi juga merekam pengalaman perdagangan internasional, pelabuhan bebas, perang, rekonstruksi arkeologis, dan pemanfaatan wisata sejarah. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan memori kolektif dan identitas tempat. Hasil kajian menunjukkan bahwa Somba Opu merepresentasikan identitas Makassar sebagai kota maritim, terbuka, kosmopolitan, memiliki daya tahan politik, dan berpotensi menjadi ruang edukasi sejarah lintas disiplin. Penguatan identitas tersebut memerlukan perlindungan zonasi, interpretasi publik, pengelolaan lanskap, kebersihan kawasan, dan keterlibatan masyarakat.
Copyrights © 2026