Penelitian ini mengkaji fenomena krisis sampah di Bali pasca-penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang memicu penumpukan limbah liar di area publik, serta strategi integrasinya ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Urgensi kajian ini didasarkan pada besarnya dampak sosiologis dari disrupsi ekologis lokal dan perlunya transformasi kurikulum IPS agar lebih kontekstual. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis dampak sosial-ekonomi krisis penumpukan sampah serta merumuskan rekonstruksi desain materi pembelajaran IPS berbasis Isu Sosio-Sains (Socio-Scientific Issues). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen kebijakan, analisis literatur ilmiah lima tahun terakhir, dan observasi lapangan kontemporer. Teori ekologi sosial dan paradigma konstruktivisme digunakan sebagai pisau analisis dalam membedah fenomena ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penutupan TPA Suwung mengakibatkan degradasi kualitas lingkungan, merusak estetika pariwisata, serta memicu friksi atau konflik horizontal di masyarakat akibat pencemaran. Dalam domain pedagogis, rekonstruksi materi pembelajaran IPS yang mengintegrasikan krisis sampah lokal terbukti efektif dalam memantik ecological intelligence, kemampuan penalaran kritis, serta mengasah kepedulian sosial (social awareness) peserta didik di jenjang sekolah dasar dan menengah.
Copyrights © 2026