Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan tantangan baru berupa disinformasi visual melalui teknologi deepfake yang semakin sulit dikenali. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama bagi siswa sebagai generasi yang sangat dekat dengan media digital dan rentan terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pembelajaran IPS dalam menghadapi disinformasi visual di era deepfake serta mengidentifikasi peran dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur (literature review) melalui pengkajian berbagai jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen institusional yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa deepfake menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan karena dapat memengaruhi cara siswa memahami informasi, membentuk persepsi yang keliru, serta melemahkan kemampuan berpikir kritis jika tidak disikapi secara tepat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami fenomena sosial di era digital melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan literasi digital.
Copyrights © 2026