Pertanian di Indonesia masih menghadapi permasalahan berupa limbah pertanian yang belum termanfaatkan secara optimal, keterbatasan nilai tambah hasil pertanian, serta tantangan sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan kajian sociopreneurship dalam konteks pertanian sirkular, mengidentifikasi model dan mekanisme yang diterapkan, mengevaluasi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta merumuskan kerangka konseptual keterkaitan sociopreneurship dan pertanian sirkular di Indonesia. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan menelusuri literatur melalui Scopus, Google Scholar, dan portal jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan terdapat tiga model utama sociopreneurship dalam mendukung pertanian sirkular, yaitu valorisasi limbah menjadi produk bernilai tambah, integrasi sistem produksi, dan model bisnis sirkular berbasis kelembagaan. Penerapan model tersebut mampu menciptakan nilai ekonomi melalui peningkatan nilai tambah dan peluang pendapatan, nilai sosial melalui pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja, serta nilai lingkungan melalui pengurangan limbah dan efisiensi sumber daya. Dengan demikian, sociopreneurship dapat berperan sebagai penghubung antara inovasi ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan prinsip pertanian sirkular. Pengembangan selanjutnya memerlukan penguatan kelembagaan, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta penelitian empiris dalam konteks Indonesia.
Copyrights © 2026