Latar belakang : Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama yang menurunkan kualitas dan kuantitas produksi kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tingkat serangan PBKo mencapai 25%, sedangkan sebagian besar petani masih mengandalkan pestisida kimia dan belum menerapkan teknologi Atraktan Trap sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Metode: Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi menggunakan Atraktan Trap, mengkaji tingkat penerimaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tingkat penerimaan sasaran sebagai indikator terhadap efektivitas rancangan penyuluhan berdasarkan aspek materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya penyuluhan menggunakan skala Likert. Responden penelitian berjumlah 50 petani kopi robusta. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh tingkat penerimaan sebesar 88,44% dengan kategori sangat efektif. Evaluasi dilakukan terhadap tujuh aspek penyuluhan, meliputi materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aspek lokasi memperoleh persentase tertinggi sebesar 90,72%, disusul oleh biaya sebesar 90,50%, volume 89,90%, metode 89,80%, materi 89,68%, waktu 88,80%, serta media sebesar 82,76%. Secara keseluruhan, seluruh aspek berada dalam kategori efektif hingga sangat efektif. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan kondisi petani kopi robusta di Kecamatan Marancar. Kesimpulan: Rancangan penyuluhan pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi menggunakan Atraktan Trap dinilai sangat efektif. Penyuluhan ini berpotensi mendorong penerapan teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan secara berkelanjutan sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Copyrights © 2026