Keaktifan gerak siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya pada materi gerak manipulatif yang menuntut keterlibatan fisik secara langsung. Namun, siswa kelas IV A SDN Bunulrejo 2 menunjukkan kecenderungan pasif, kurang antusias, dan memiliki keterlibatan gerak yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Team Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan keaktifan gerak siswa pada pembelajaran PJOK gerak manipulatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas IV A, sedangkan guru PJOK berperan sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TGT melalui tahap penyajian materi, pembentukan kelompok, games, turnamen, dan penghargaan mendorong siswa lebih aktif mengikuti latihan, mencoba berbagai gerakan manipulatif, dan terlibat secara konsisten dalam pembelajaran. Model ini juga memperkuat kerja sama, komunikasi, saling membantu, sportivitas, dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Hambatan yang ditemukan berupa suasana pembelajaran yang menjadi lebih ramai akibat tingginya antusiasme dan masih adanya siswa yang kurang percaya diri. Hambatan tersebut dapat dikelola melalui instruksi yang jelas, pengaturan kelompok, dan pendampingan individual. Dengan demikian, TGT dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran PJOK yang mendukung keaktifan gerak, partisipasi, dan interaksi sosial siswa sekolah dasar. Temuan ini menegaskan bahwa unsur permainan dan kompetisi terstruktur dapat menciptakan pengalaman belajar menarik, interaktif, dan partisipatif bagi siswa.
Copyrights © 2026