Peningkatan penggunaan perangkat digital pada remaja berpotensi memperpanjang screen time dan mengurangi keterlibatan dalam aktivitas fisik, sehingga dapat berdampak pada kebugaran jasmani, khususnya daya tahan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan screen time dan tingkat daya tahan kardiovaskular pada siswa kelas VII SMP Brawijaya Smart School Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 61 siswa dari dua kelas, meliputi 36 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Screen time diukur menggunakan Questionnaire for Screen Time of Adolescents (QueST), sedangkan daya tahan kardiovaskular diukur menggunakan Multistage Fitness Test atau beep test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 siswa (83,61%) memiliki screen time lebih dari 4 jam per hari. Rata-rata screen time mencapai 10 jam per hari pada weekdays dan 13 jam per hari pada weekend. Penggunaan tertinggi terdapat pada media sosial sebesar 7,8 jam per hari. Hasil beep test menunjukkan bahwa 54 siswa (88,52%) memiliki daya tahan kardiovaskular di bawah rata-rata, sedangkan 7 siswa (11,48%) berada pada kategori rata-rata atau lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan tingginya screen time dan rendahnya daya tahan kardiovaskular ditemukan secara bersamaan pada sebagian besar siswa. Sekolah dan guru PJOK perlu memperkuat pembiasaan aktivitas fisik serta edukasi pengelolaan screen time.
Copyrights © 2026