Remaja perkotaan saat ini dihadapkan pada krisis multidimensional berupa digital fatigue akibat overkonsumsi konten digital dan hambatan finansial (financial blocking) yang mendegradasi efikasi diri karier. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model psikoedukasi holistik "AwareMind" dalam memitigasi digital fatigue, meningkatkan regulasi emosi, serta membangun kesiapan karier remaja di Kota Palembang. Pengabdian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain concurrent embedded one-group pretest-posttest yang melibatkan 97 peserta didik dari empat institusi mitra. Intervensi diterapkan melalui pendekatan experiential learning yang mencakup restorasi kognitif, mindful journaling, asesmen RIASEC, dan advokasi beasiswa KIP-Kuliah. Hasil analisis kuantitatif terhadap skor Brain Rot Scale (BRS-14) menunjukkan penurunan digital fatigue dan peningkatan kontrol atensi secara signifikan sebesar 12,5%–18,5% (p < .001). Secara kualitatif, intervensi ini berhasil mendekonstruksi bias gender dalam regulasi emosi serta menciptakan ruang aman secara psikologis. Implikasi utama program ini adalah keberhasilan meruntuhkan financial blocking menuju mobilitas akademik, sekaligus menginisiasi reorientasi kebijakan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dari pendekatan reaktif menjadi preventif berbasis data.
Copyrights © 2026