Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana tingkat daya ingat dan pemahaman anak-anak ketika metode gamifikasi diterapkan dalam proses pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan service learning (SL), yaitu model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memadukan pencapaian capaian pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan. Implementasi dilakukan pada program Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan bimbingan belajar, dengan gamifikasi sebagai sarana untuk mendorong efektivitas belajar serta membantu anak-anak memahami materi dengan baik. Unsur permainan seperti kuis, poin, tantangan, dan penghargaan digunakan agar suasana belajar lebih menyenangkan dan memotivasi partisipasi aktif peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memperoleh hasil belajar yang optimal, baik dalam daya ingat maupun pemahaman materi, sehingga gamifikasi dinilai cocok dan layak diterapkan sebagai metode pembelajaran di TPQ maupun bimbingan belajar. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu waktu pelaksanaan yang terbatas karena peneliti harus membagi waktu dengan kegiatan lain, sehingga pengamatan jangka panjang belum dapat dilakukan secara maksimal. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan durasi yang lebih panjang dan cakupan peserta yang lebih luas untuk memperkuat temuan.
Copyrights © 2026