Kota Magelang berupaya mengatasi berkurangnya lahan pertanian dengan menggalakkan pertanian perkotaan melalui budi daya di lahan pekarangan. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang mengajak Kelompok Wanita Tani untuk turut serta dalam kegiatan pertanian perkotaan. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini memerlukan upaya agar dapat berkelanjutan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pertanian perkotaan di Kota Magelang dan strategi peningkatannya melalui penanganan atribut sensitif. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan tertentu di Kota Magelang. Responden dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan tenaga ahli dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, koordinator penyuluh pertanian, dan perwakilan anggota KWT. Sampel responden anggota KWT berjumlah 46 orang dengan penentuan pada masing-masing kelompok secara proporsional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis multidimensional scaling (MDS). Hasil analisis skala multidimensi menunjukkan bahwa dimensi ekologi, sosial, dan kelembagaan berada dalam status cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi ekonomi dan teknologi berada dalam status kurang berkelanjutan. Perlu dilakukan perbaikan terhadap dimensi yang kurang berkelanjutan dengan menerapkan strategi yang tepat berdasarkan atribut sensitif pada masing-masing dimensi tersebut.
Copyrights © 2026