Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Potentials of Bongkar Ratoon and Good Agricultural Practices (GAP) for Sugar Productivity and Self-Sufficiency in Indonesia Ghani, Mohammad Abdul; Wibowo, Dradjad Hari; Mahmudi; Harahap, Iman Yani; Kuswurjanto, Risvan; Widyasari, Titik; Permadhi, Danang; Indriawan, Pugar; Kusumawati, Anna; Nugroho, Reismaya Wanamertan
Sustainability Science and Resources Vol. 8 (2025): Sustainable Science and Resources
Publisher : The Indonesian Forestry Certification Cooperation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55168/ssr2809-6029.2025.8006

Abstract

To attain national sugar self-sufficiency by 2030, the Indonesian government has issued Presidential Regulation No. 40/2023 stipulating acceleration of sugar self-sufficiency and supplies of bioethanol as a biofuel. This paper discusses strategies and practical programs to increase productivity as mandated by the Presidential Regulation, using literature reviews and a gap analysis on secondary data obtained from four demo-plots involving plantation companies and farmers. With a land size ranging from 4.4 to 8.4 hectares, each demo-plot applied bongkar ratoon (replacing ratoon with plant cane) and other key components of sugarcane's Good Agricultural Practices (GAP). They include plant variety and maturity recomposition, correct and timely doses of fertilization and water management. The results show that bongkar ratoon and GAP raise productivity from around 5 tons of sugar/hectare to 8.73 - 20.14 tons of sugar/hectare. While the results show promising potentials, expanding the demo-plots into large scale plantations is not straightforward, requiring comprehensive strategies, programs and action plans, some of which are outlined in this paper for both Holding Perkebunan Nusantara's smallholder- and own-plantations.
ANALISIS KEBERLANJUTAN SISTEM BUDIDAYA PERTANIAN PERKOTAAN BERBASIS PEKARANGAN DI KOTA MAGELANG: PENDEKATAN MULTIDIMENSI Nugroho, Reismaya Wanamertan; Kusnandar, Kusnandar; Sutrisno, Joko
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i2.7661

Abstract

Kota Magelang berupaya mengatasi berkurangnya lahan pertanian dengan menggalakkan pertanian perkotaan melalui budi daya di lahan pekarangan. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang mengajak Kelompok Wanita Tani untuk turut serta dalam kegiatan pertanian perkotaan. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini memerlukan upaya agar dapat berkelanjutan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pertanian perkotaan di Kota Magelang dan strategi peningkatannya melalui penanganan atribut sensitif. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan tertentu di Kota Magelang. Responden dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan tenaga ahli dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, koordinator penyuluh pertanian, dan perwakilan anggota KWT. ​​Sampel responden anggota KWT berjumlah 46 orang dengan penentuan pada masing-masing kelompok secara proporsional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis multidimensional scaling (MDS). Hasil analisis skala multidimensi menunjukkan bahwa dimensi ekologi, sosial, dan kelembagaan berada dalam status cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi ekonomi dan teknologi berada dalam status kurang berkelanjutan. Perlu dilakukan perbaikan terhadap dimensi yang kurang berkelanjutan dengan menerapkan strategi yang tepat berdasarkan atribut sensitif pada masing-masing dimensi tersebut.