Peningkatan luas lahan terdampak salinitas menjadi kendala dalam upaya peningkatan produksi padi di Indonesia. Pengembangan galur padi toleran salinitas berpotensi hasil tinggi merupakan salah satu strategi untuk mendukung keberlanjutan produksi padi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hasil dan komponen hasil galur-galur padi sawah (Oryza sativa L.) toleran salinitas berumur medium yang ditanam pada lahan optimum serta mengidentifikasi galur dengan karakter agronomi unggul. Penelitian dilaksanakan di lahan Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BRMP Padi), Subang, Jawa Barat, pada Agustus–November 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal yang terdiri atas 30 galur toleran salinitas dan 5 varietas cek. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, dan bobot 1000 butir. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan uji LSI apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan bobot 1.000 butir. Galur IR18T1029 memiliki tinggi tanaman tertinggi (120,777 cm), IR18A1501 menghasilkan jumlah anakan terbanyak (21,333 anakan), dan BP 32509D-2-1 memiliki bobot 1.000 butir tertinggi (29,927 g). Galur-galur tersebut berpotensi sebagai sumber tetua dalam program pemuliaan padi toleran salinitas.
Copyrights © 2026