Kabupaten Kepahiang yang terletak di Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah yang memiliki risiko gempa tinggi akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi ini membuat Kepahiang rawan mengalami guncangan kuat yang dapat memengaruhi respons tanah dan struktur bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis respons tanah akibat propagasi gelombang gempa di tiga lokasi, yaitu Kecamatan Merigi (SP-1), Seberang Musi (SP-2), dan Bermani Ilir (SP-3). Parameter yang dikaji meliputi percepatan tanah maksimum (PGA), respons spektra dan sejarah waktu percepatan, faktor amplifikasi, serta estimasi intensitas kerusakan akibat gempa berdasarkan skala Modified Mercalli Intesity (MMI). Nilai PGA permukaan yang dihasilkan berkisar 0,20g-0,86g, di mana SP-1 dan SP-3 dikategorikan dalam risiko gempa sangat tinggi, sedangkan SP-2 dikategorikan dalam risiko sedang. Percepatan spektra pada SP-1 dan SP-3 secara umum melampaui desain spektra SNI 1726:2019, terutama pada periode 0,14 hingga 0,50 detik yang berkaitan dengan bangunan berlantai rendah hingga menengah. Pada titik SP-1 dan SP-3 terjadi amplifikasi dengan nilai masing-masing 1,00 dan 1,11, sedangkan pada SP-2 terjadi deamplifikasi sebesar 0,36. Estimasi intensitas gempa berada pada skala MMI VIII dan X, yang menunjukkan tingkat kerusakan sedang hingga parah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan mitigasi risiko gempa dan pembaruan desain gempa di Kabupaten Kepahiang.
Copyrights © 2026