Kualitas Crude Palm Oil (CPO) merupakan faktor penting dalam menentukan daya saing dan nilai jual produk di pasar nasional maupun internasional. Parameter mutu utama CPO yang harus dikendalikan meliputi kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Penyimpangan nilai parameter tersebut dari standar yang ditetapkan dapat menyebabkan penurunan kualitas produk dan kerugian bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu CPO pada proses produksi di PTPN IV Regional II PKS Pagar Merbau dengan menggunakan metode Six Sigma melalui pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control), dengan fokus pada stasiun screw press sebagai titik kritis proses. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder mutu CPO harian selama periode pengamatan, meliputi parameter ALB, kadar air, dan kadar kotoran. Pada tahap Measure dilakukan perhitungan nilai rata-rata, variasi proses, serta analisis peta kendali Individuals–Moving Range (I–MR Chart) untuk mengetahui kestabilan proses produksi. Tahap Analyze dilakukan dengan menggunakan diagram Pareto dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram) untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab terjadinya penyimpangan mutu. Selanjutnya, tahap Improve menghasilkan usulan perbaikan yang berfokus pada pengaturan mesin screw press, metode kerja, dan pengendalian proses. Tahap Control dilakukan dengan penerapan peta kendali sebagai alat monitoring berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Six Sigma dengan peta kendali I–MR Chart mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai kestabilan proses dan variasi mutu CPO. Pengendalian mutu berbasis Six Sigma dapat digunakan sebagai pendekatan yang efektif dan sistematis dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas CPO di PTPN IV Regional II PKS Pagar Merbau.
Copyrights © 2026