Ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga minyak kelapa sawit pascapandemi menuntut adanya pengelolaan likuiditas dan modal kerja yang efektif bagi perusahaan agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi likuiditas dan modal kerja serta mengevaluasi kebijakan pengelolaan PT Laras Astra Kartika selama periode 2020–2024. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dan data sekunder dari laporan keuangan tahunan, analisis ini menggunakan rasio likuiditas current ratio, quick ratio, cash ratio, dan perputaran kas, serta indikator modal kerja (modal kerja bersih, perputaran modal kerja, dan siklus konversi kas). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kinerja likuiditas, yang tercermin dari turunnya current ratio dari 1,03 menjadi 0,33 dan quick ratio menjadi 0,30 pada tahun 2024. Sementara itu, siklus konversi kas yang bernilai negatif dipengaruhi oleh tingginya jumlah hari utang dagang yang belum dilunasi days payable outstanding, yang mengindikasikan bahwa perusahaan menjaga likuiditas dengan menunda penyelesaian utang dagang. Temuan ini menyiratkan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan agresif yang sangat bergantung pada penundaan kewajiban jangka pendek, sehingga meningkatkan risiko likuiditas. Perusahaan perlu memperkuat pengelolaan likuiditas dengan mengoptimalkan arus kas operasi, mempercepat penagihan piutang, mengelola utang dagang, menerapkan kebijakan modal kerja yang seimbang, serta mengintegrasikan komponen siklus konversi kas demi mencapai efisiensi operasional.
Copyrights © 2026