Mi kering merupakan produk pangan praktis dengan daya simpan relatif lama dan peluang pengembangan yang besar berbasis bahan baku lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung komposit MOCAF dan jelai dengan penambahan labu kuning terhadap karakteristik fisik dan sensoris mi kering serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan 6 taraf perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (50:30), P2 (45:35), P3 (40:40), P4 (35:45), dan P5 (30:50), masing-masing diulang 4 kali. Parameter yang dianalisis meliputi cooking loss, swelling index, waktu optimum pemasakan, warna, tekstur, serta uji hedonik dan mutu hedonik. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, uji Duncan, uji Friedman, Wilcoxon, dan indeks efektivitas. Hasil menunjukkan bahwa formulasi tepung MOCAF dan jelai berpengaruh nyata terhadap cooking loss, swelling index, waktu optimum pemasakan, warna, hardness, cohesiveness, dan adhesiveness, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap springiness. Secara sensoris, formulasi berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Formulasi terbaik berdasarkan uji efektivitas adalah P1 (50:30) dengan cooking loss 23,23%, swelling index 190,10%, waktu optimum pemasakan 405,403 detik, hardness 134,38 gf, cohesiveness 0,65 mm, springiness 1,43 mm, adhesiveness 0,05 mJ, L* 57,94, a* 20,35, b* 74,75, dan ΔE 1,49.
Copyrights © 2026