Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI)
Vol. 7 No. 3 (2026): September 2026

Gambaran Infeksi yang Disebabkan Oleh Bakteri Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase di RSUP. DR. M. Djamil Padang Tahun 2022-2023

Larasati (S1 Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, 25166, Indonesia)
Roslaili Rasyid (Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Padang 25163, Indonesia)
Yustini Alioes (Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2026

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya kejadian resistensi antimikroba terutama dari bakteri penghasil ESBL masih menjadi masalah global yang signifikan karena menyebabkan kegagalan terapi yang mengarah pada meningkatnya mortalitas dan morbiditas.Objektif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi dan pola sensitivitas bakteri penghasil ESBL di RSUP. Dr. M. Djamil Padang tahun 2022-2023Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui pengambilan data sekunder hasil uji sensitivitas bakteri penghasil ESBL terhadap beberapa antimikroba dengan menggunakan alat VITEK-2 yang diidentifikasi dari spesimen pasien di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Teknik pengambilan sampel adalah total samplingHasil: Penelitian ini menemukan 1.997 bakteri penghasil enzim ESBL dengan jumlah terbanyak adalah Klebsiella pneumoniae (52.83%) diikuti Escherichia coli (46.97%). Spesimen dengan kasus infeksi akibat bakteri penghasil ESBL paling banyak ditemukan pada sputum dengan 955 isolat, urin 470 isolat, dan pus 273 isolat. Kasus infeksi akibat bakteri penghasil ESBL terbanyak ditemukan pada ruang rawatan penyakit dalam sebesar 47.82%. Setiap spesies memiliki gambaran sensitivitas yang berbeda terhadap beberapa antibiotik. Klebsiella pneumoniae masih sensitif terhadap antibiotik meropenem, amikasin, ertapenem, dan sefoxitin. Escherichia coli masih sensitif terhadap antibiotik amikasin, meropenem, sefaperason-sulbaktam, ertapenem, nitrofurantonin, dan tigesiklin.Kesimpulan: Infeksi yang disebabkan oleh bakteri penghasil ESBL perlu menjadi perhatian karena frekuensinya terus meningkat, penelitian secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui pola sensitivitas bakteri ESBL dalam rangka mengurangi kejadian resistensi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jikesi

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia is a peer-reviewed and open-access journal that focuses on promoting health sciences to integrate research in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and case reports. Subjects suitable for publication include but are not ...