Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026

KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Reni Banne (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Gian Desinta Rampun (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Ejinia Mamarodia (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Refalina Paputungan (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Swiengli Merentek (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Feiby Sherend Salindeho (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Queensy Megumi Piri (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)



Article Info

Publish Date
27 Sep 2026

Abstract

Penyakit menular (PM) dan penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit menular seperti tuberkulosis, malaria, demam berdarah dengue, dan HIV/AIDS masih menunjukkan angka kejadian yang tinggi, sedangkan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke terus meningkat akibat perubahan pola hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep penyakit menular dan penyakit tidak menular, kebijakan pengendaliannya di Indonesia, serta tantangan implementasi yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan data dan informasi dari buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pemerintah, serta regulasi terkait pengendalian PM dan PTM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi, seperti Permenkes Nomor 82 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Strategi pengendalian PM berfokus pada pemutusan rantai penularan melalui surveilans, imunisasi, pengendalian faktor risiko, serta penemuan dan penanganan kasus. Sementara itu, pengendalian PTM lebih menekankan pada promosi kesehatan, deteksi dini faktor risiko, perubahan perilaku hidup sehat, dan pengelolaan kasus secara berkelanjutan. Implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai tantangan berupa keterbatasan sumber daya kesehatan, ketimpangan akses pelayanan, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta perlunya penguatan koordinasi lintas sektor. Kesimpulannya, pengendalian PM dan PTM memerlukan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi melalui penguatan sistem kesehatan, peningkatan promosi kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...