Refalina Paputungan
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi; Reni Banne; Gian Desinta Rampun; Ejinia Mamarodia; Refalina Paputungan; Swiengli Merentek; Feiby Sherend Salindeho; Queensy Megumi Piri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.60482

Abstract

Penyakit menular (PM) dan penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit menular seperti tuberkulosis, malaria, demam berdarah dengue, dan HIV/AIDS masih menunjukkan angka kejadian yang tinggi, sedangkan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke terus meningkat akibat perubahan pola hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep penyakit menular dan penyakit tidak menular, kebijakan pengendaliannya di Indonesia, serta tantangan implementasi yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan data dan informasi dari buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pemerintah, serta regulasi terkait pengendalian PM dan PTM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi, seperti Permenkes Nomor 82 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Strategi pengendalian PM berfokus pada pemutusan rantai penularan melalui surveilans, imunisasi, pengendalian faktor risiko, serta penemuan dan penanganan kasus. Sementara itu, pengendalian PTM lebih menekankan pada promosi kesehatan, deteksi dini faktor risiko, perubahan perilaku hidup sehat, dan pengelolaan kasus secara berkelanjutan. Implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai tantangan berupa keterbatasan sumber daya kesehatan, ketimpangan akses pelayanan, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta perlunya penguatan koordinasi lintas sektor. Kesimpulannya, pengendalian PM dan PTM memerlukan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi melalui penguatan sistem kesehatan, peningkatan promosi kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat.