Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026

THE ROLE OF SOCIAL AND DIGITAL ENVIRONMENTS IN ADOLESCENT NEUROPSYCHIATRIC HEALTH : A NARRATIVE REVIEW

Pande Komang Inten Widya Iswari Oka (Medical Student, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Mataram, Indonesia)
Made Prajnana Adhi Parasikan Susana (Medical Student, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Mataram, Indonesia)
Nensy Dwi Astika (Medical Student, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Mataram, Indonesia)
Kurniati Kurniati (Medical Student, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Mataram, Indonesia)
Pujiarohman Pujiarohman (Department of Dermatology, Venereology, and Aesthetics, Faculty of Medicine, University of Mataram)



Article Info

Publish Date
25 Sep 2026

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan dengan perubahan biologis, psikologis, sosial, dan neurologis yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap masalah neuropsikiatri. Perkembangan lingkungan digital semakin memperluas interaksi sosial remaja, tetapi juga menghadirkan tekanan berupa peer pressure, social comparison, cyberbullying, dan penggunaan media sosial yang bermasalah. Narrative review ini bertujuan untuk mengkaji peran lingkungan sosial dan digital terhadap kesehatan neuropsikiatri remaja, termasuk faktor risiko, faktor protektif, serta mekanisme psikologis dan neurobiologis yang mendasarinya. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed/MEDLINE dan Google Scholar pada periode Mei hingga Agustus 2026 menggunakan kata kunci terkait remaja, kesehatan neuropsikiatri, lingkungan sosial dan digital, media sosial, cyberbullying, self-esteem, depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan suicidal behavior. Literatur yang relevan dianalisis secara deskriptif dan naratif berdasarkan tema utama. Hasil telaah menunjukkan bahwa peer pressure, cyberbullying, social comparison, rendahnya self-esteem, serta penggunaan media sosial yang bermasalah berkaitan dengan peningkatan risiko depresi, kecemasan, gangguan tidur, perilaku adiktif, self-harm, dan suicidal behavior. Sebaliknya, dukungan keluarga dan teman sebaya, regulasi emosi, coping adaptif, self-compassion, dan literasi digital dapat berperan sebagai faktor protektif. Interaksi perkembangan korteks prefrontal dan sistem limbik, sistem reward, serta respons stres melalui aksis hipotalamus–pituitari–adrenal turut menjelaskan kerentanan tersebut. Disimpulkan bahwa kesehatan neuropsikiatri remaja dipengaruhi oleh interaksi faktor individu, sosial, digital, dan neurobiologis sehingga pencegahan perlu melibatkan remaja, keluarga, dan sekolah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...