Remaja yang menempuh pendidikan di lingkungan boarding school menghadapi tuntutan psikologis yang khas, berasal dari struktur disiplin ketat, aktivitas akademik padat, dan keterpisahan jangka panjang dari keluarga. Kondisi ini menuntut resiliensi yang kuat, khususnya dalam aspek manajemen stres dan keterampilan problem solving. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat resiliensi remaja di SMK Penerbangan Nusantara (S.P.N) Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, melalui pelatihan terstruktur tentang manajemen stres dan problem solving. Kegiatan melibatkan 50 siswa dan dilaksanakan melalui penyuluhan psikologis, pelatihan keterampilan, simulasi berbasis kasus, serta diskusi kelompok reflektif. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep stres dan strategi coping adaptif, serta peningkatan kemampuan problem solving secara sistematis. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, 82% peserta menunjukkan tingkat resiliensi sedang hingga tinggi setelah mengikuti program. Peserta juga menyusun action plan individual untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Modul pelatihan dan buku saku yang diserahkan kepada sekolah menjadi media pembelajaran berkelanjutan bagi guru bimbingan konseling. Program ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dan psikoedukatif efektif dalam memperkuat resiliensi remaja pada setting pendidikan berdisiplin tinggi.
Copyrights © 2026