Gangguan rantai pasok pascapandemi dan meningkatnya tekanan persaingan pasar mengungkap keterbatasan pendekatan teknis semata dalam pengelolaan ritel, khususnya pada UMKM di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi filosofi manajerial yang dianut oleh pemilik usaha ritel di Jawa Timur memengaruhi praktik manajemen rantai pasok (MRP) mereka, serta bagaimana sinergi antara keduanya berkontribusi pada penguatan daya saing usaha. Pendekatan fenomenologi interpretatif kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap sepuluh pemilik toko ritel yang dipilih secara purposif dari sentra-sentra perdagangan Jawa Timur, yaitu Surabaya, Malang, dan Kediri. Data dianalisis menggunakan analisis tematik interpretatif enam tahap. Temuan mengungkapkan bahwa empat filosofi manajerial dominan manajemen berbasis nilai, kepemimpinan transformasional, manajemen proses, dan manajemen risiko secara sinergis membentuk pola MRP yang adaptif dan kompetitif. Manajemen berbasis nilai mendorong kemitraan pemasok yang stabil dan berbasis kepercayaan; kepemimpinan transformasional memperkuat adaptasi tim terhadap volatilitas pasar; manajemen proses meningkatkan efisiensi operasional melalui standarisasi; sedangkan manajemen risiko menjamin kelangsungan pasokan di tengah ketidakpastian lingkungan bisnis. Studi ini memberikan kontribusi teoritis pada literatur MRP dengan memperkenalkan filosofi manajerial sebagai variabel kontekstual yang selama ini kurang diperhatikan dalam penelitian SCM kuantitatif, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi penguatan kapabilitas manajerial usaha ritel di Jawa Timur.
Copyrights © 2026